Jumat, 26 September 2008
HELL HILL (HILL UP HILL)
IN MEMORIAM "komandan"
Alm AKBP Dianto yg telah berpulang (kostum kuning)
Pertigaan Sampang....saat menuju Pantai Srandil.
Cilacap - Majenang.
Barly.....mosok atlet ngrokok mlulu..
ntar kena penalty loh dari HAM...hehehe.
Cie...ehhh...Wendys...sampai juga coy akhirnya, gak nyangka tuh body...(tapi betis mang dah da potongan ???? man..)
Cukup rame loh pesertanya...wakil bupati aja mau "ngonthel" (nggoes) sepeda...walu harus diatur awal ma akhir...
And..gak boleh nyalip beliau loh...
Kamis, 18 September 2008
Purwokerto - Cilacap - Majenang
Sabtu, 13 September 2008
this's us

Komunitas yang terdiri dari selingkup warga di satu RT..Lambat laun berkembang dengan bertambahnya anggota yang secara sadar sejalan ingin menikmati indahnya sebuah olah raga dipadu dengan wisata segar (refreshing) bukan hanya sekedar rekreasi....
Merakit sepeda menjadi hobby lain yang saat ini berkembang seiring kebutuhan di lapangan.
Dikomando oleh H. Zaenal Arifin, seorang kakek paruh baya yang masih tangguh dan sadar untuk berolah raga sekaligus wisata dalam usianya yang matang di masa pensiun ini.
Di bagian stamina Mohammad Toehari bapak dua putra yang subur pas dengan posisinya sebagai pemerhati gisi untuk klub ini, agar stamina dan tentu supply gizi terpenuhi. Dengan penyediaan extrapuding dan pemilihan menu yang baik dalam setiap trip yang beliau ikuti.
Di lini berikut yang tidak kalah perannya adalah Coach yang dipimpin Andianto, mantan atlit balap sepeda era 70-an yang selalu tidak segan-segan memberikan trik-tekhnik dan koreksi. Didampingi Arif Djayadiningrat yang juga mantan atlit balap sepeda era 80-an, selain teknik dan pengetahuan bersepedanya, juga tidak kalah adalah pengetahuan mengenai detil sepeda, yang sangat berguna bagi kelancaran outbound trips dengan perlengkapan penuh untuk bisa membuka bengkel dalam perjalanan dengan cepat akurat dan mantap, dibantu oleh Barlian bapak termuda yang juga mempunyai kemampuan atlit dan teknis serta pengetahuan sepeda.
Dari para coach inilah beberapa klub lain mempercayakan untuk membangun sebuah sepeda kepada rekan kita, tentunya dengan didukung supply spare part dari berbagai link yang dikoordinasi oleh Supriyanto, sebagai kolektor dan promotor perakitan.
Kondisi makin asyik dengan adanya 'tlembo grup' di klub ini, Abror Hafidianto pengacara yang juragan pulsa berbadan tambun ini punya power yang 'yahuud' pada trek-trek tertentu, sementara Adi Putranto, promo manager sebuah supermall ini punya semangat yang tinggi hanya perlu diimbangi dengan latihan agar endurance makin mantap. Sementara Lestanto Arif, distributor madu dan bapak satu anak ini makin hari makin mantap untuk jarak jelajah dan durasi serta endurance tanjakanya. Yang kesemuanya itu di'amin'i oleh modin atau kayim Nurul Hidayah yang lebih memandang sepeda layaknya sebuah soft ware program digital ibarat kesehariannya sebagai magister komputer yang menahkodai Program Studi Teknik Informatika di Perguruan Tinggi Negeri terbesar di kota Purwokerto ini.
Spesialis tanjakan dan tak terkalahkan pada klub ini, Siswantoro, seorang dosen dan bapak empat anak yang punya endurance super dan semangat jelajah tinggi serta mental yang pantang menyerah, sering 'sorangan wae' dalam menjelajahkan MTBnya hanya ditemani semangat dan kemauan. Sepertinya ada yang mengikuti jejaknya merengkuhi tanjakan dan bersendiri, dibuktikan dengan mengelilingi Gunung Slamet, Arief Sugiyo mampu secara pelan tapi pasti mengalami kemajuan. Dan dengan mulai meng-hobby-kan diri pada cross country anggota termuda Wendy Amin, melejit pada lintasan-lintasan cross country di daerah gunung dan tanah perkebunan dengan sesekali melakukan testing adrenalin floating pada medan extreem down hill, maupun flying fox trecking.
ACC/sep/G 10 K.
Yang Satu Pindah Ke Katraco Cycler Banjarnegara

Jumat, 12 September 2008
awal cinta cross country
Kamis, 11 September 2008
KELILING GUNUNG SLAMET CYCLING SOLO
Berbekal rasa YAKIN...dan ingin mencoba kemapuan dalam endurance, kondisi fisik dan kondisi sepeda rakitannya. Dihantar Siswantoro seorang senior clubnya sampai Bumi Perkemahan Baturraden, Arief Sugiyo yang biasa dipanggil Giok, sekitar jam 10.00 WIB seorang diri menggenjot sepedanya menaiki tanjakan berliku jalanan perhutani membelah hutan lereng Slamet menuju Serang, Pratin.
Sampai daerah puncak tanjakan berhenti sejenak, tepatnya dikawasan wisata Kebun Strawberry Pratin, Purbalingga. Kemudian meneruskan perjalanan yang rtelatif menrun tajam sampai di Gombongan dan Pulosari.
Makan siang di pertigaan Tugu Palagan Pulosari, belum selesai menyantap makananya, sudah disambut guyuran hujan yang lumayan lebat. Namun karena berlomba dengan waktu yang dijanjikan kepada rekan yang sudah menunggunya di Guci, yang sudah berkoordinasi untuk menyiapkan tenda untuk bermalam, akhirnya dalam lebatnya hujan tetap melaju di atas sepeda biru metalik produksi KONA, rakitan Arif Djayadiningrat (Ho-Ho).
Sampai di Gerbang Guci sempat tertahan iringan bus dan terpaksa berhenti, melompat turun dua kali dari sepeda pada posisi tanjakan yang mendekati ekstrim di tikungan akhir...wuih...sampai juga di PAP Guci, waktu menunjuk pukul 14.50 WIB. Sedikit melakukan recovery dengan berkeliling obyek wisata dan makan siang bareng kelompok dari Cibinong Bogor.
Sedikit memanjakan diri dengan berendam iar panas sampai menjelang maghrib...sebelum akhirnya masuk 'kandang' peristirahatan yang telah disiapkan Yono Ateng di Bumi Perkemahan Guci, yaitu cukup tenda doom beralas matras dan sleeping bag...walau akhirnya tidak bisa tidur sampai larut dengan gempitanya 'kaum hippies' dadakan yang hiruk pikuk berdendang dalam dentingan gitar sumbang apa adanya...namanya anak muda kemping...dingin...hujan gerimis kabut...walhasil penghangatan badan dengan jahe wangi dan mie instan.
Pagi yang dirasakan ternyata sudah jam 09.00 WIB, segera bersiap dan langsung melaju untuk warming up keliling kawasan wisata, dari pemandian naik ke barat dengan medan yang luar biasa hawa segarnya, walau hutan mulai nampak gundul disana-sini, akhirnya sampai juga pada titik puncak Slempedan kemudian mulai turun ekstrim. Selepas Slemped mulailah jalanan tidak bersahabat sampai Cempaka-Tonjong..hampir 25 km jalan 'makadam' dan aspal hancur dengan tingkat kemiringan baik naik maupun turun yang cukup ekstrim.
Masih sempat shollat Jum'at di Tonjong, kemudian selepas Bumiayu memasuki Pekuncen lagi-lagi diiringi hujan super lebat. Menghangatkan diri sebentar dan mengisi perut di Ajibarang, kemudian melaju sampai base camp Adipura Purwosari pada jam 15.10 WIB.
Mewakili junior ACC (Adipura Cycling Club) yang tengah berulang tahun 1 tahun kala itu...inilah hadiah terindah untuk sebuah hobby dan semangat.
ADIPURA CYCLING CLUB PURWOKERTO
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI
ADIPURA CYCLING CLUB PURWOKERTO
RACE..MTB....
Berawal dan lahir dari kondisi krisis energi, dan kebutuhan akan penyaluran hobby olah raga dan pola hidup sehat pada usia yang sudah tidak segar lagi...
Februari 2007...dari lingkungan satu RT...bergerak konsisten dan komit terhadap pilihan yang ternyata dikemuadian hari menjadi satu trend di kota kecil yang dulu sejuk namun sekarang sudah tidak lagi...kota di lereng selatan Gunung Slamet dan tepian utara aliran Sungai Serayu...PURWOKERTO....
Dari yang sekedar bersepeda..dengan sepeda ala kadarnya, berkembang meniti waktu menjadi hobby dan dengan melengkapi diri dengan penyesuaian peralatan dan kelengkapan sepeda yang bisa dinikmati dalam kategori Cycling yang sebenarnya.
Berbagai merek sepeda..dari waktu ke waktu dicoba, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anggaran, tentu dengan adanya sinergi dengan klub klub lain. Mengembangkan diri untuk merangkai satu perangkat yang bisa sesuai dengan postur tubuh dan purposingnya. Merakit sendiri dari frame, tire-ying, shitering..sampai pada aksesorinya menjadi satu kombinasi yang handal dan kerja team yang unik.......luar biasa...dengan kemampuan yang terbatas. Terciptalah sepeda-sepeda handal dengan harga yang relatif murah dari harga toko/pabrikan, namun handal di lapangan, atau medan-nya. Dari peruntukannya untuk 'race' dijalan-jalan halus, berkembang 'MTB' untuk offroad dan cross country.
Daerah pedesaan dan perbukitan lereng Gunung Slamet mayoritas telah hampir terambah, bahkan seorang personilnya dalam ultah satu tahun Adipura Cycling Club Februari 2008 lalu, walau baru bergabung sekitar 5 bulan berhasil mengelilingi Gunung Slamet secara 'solo' dari Purwokerto-Baturraden-Pratin-Gombongan-Pulosari-Guci-Slempedan-Kaliwadas-Igir Klanceng-Kalikidang-Kaligua-Slemped-Tonjong-Bumiayu-ajibarang-Purwokerto..dalam kondisi keterbatasan sarana dan cuaca yang kurang mendukung.
Langganan:
Postingan (Atom)