Jumat, 21 November 2008

TTS

Iseng-iseng aja buat ngobatain atawa nambah stress???
Missing Square
Missing Square Rearrange pieces of a triangle and a square goes missing. Is it magic or math? Rearrange pieces of a triangle and a square goes...

Sabtu, 01 November 2008

MANDI LUMPUR

Suasana minggu 26 Oktober 2008 pagi cukup cerah, walau malam sebelumnya hujan sangat lebat mengguyur Purwokerto dan sekitarnya. Rencana untuk "hang out" serdadu ACC-pun baru tumbuh selewat jam 6.30 pagi itu juga. Tunggu punya tunggu, akhirnya berangkat juga sekitar pukul 07.30 dari Adipura berdelapan sambil warming up memutar melalui komplek Serayu. Naas menimpa climber kita, pak Siswantoro, harus mengalami cedera setelah terjungkal sepedanya akibat reflek pengereman yg bagus dan sangat mendadak dikarenakan mobil pak Indarto (tetangga komplek) seorang dosen namun tidak tahu aturan, main kebut dan salip di jalan sempit komplek, nampak bak dikejar hantu disiang bolong, apa yg diburu dan apa yang dicari, ditambah berhenti secara mendadak di tengah-tengah rombongan sepeda..."apa kata dunia"....SDM S2 kelakuannya seperti itu. Finnally..pak Siswantoro jadi korban, setelah sedikit pertolongan dan komfirm, dengan berat hati tidak bisa mengikuti adventuring trip kali ini, kami semua merasa ada yang kurang dengan ke-tidak ikut-sertaan beliau. Sampai di depan Wijaya Kusuma Golf Court sudah menunggu rombongan Om Gun, Popo CS. Saling sapa dan atur strategi sebentar, rombongan bertambah menjadi 14 orang cabut ke tujuan. Selepas aspal kota, masuk aspal pedesaan sejauh sekitar 1 km, mulailah pemanasan di area lumpur becek ringan. Kembali masuk jalur aspal sekitar 3 km, berhenti di entry point, warung jembatan desa pekaja. Dimulailah "mud aventure trip" di daerah Kalibagor, dengan diawali menyeberang jembatan gantung langsung menanjak dibebatuan licin sebagai pemanasan sekitar 30 meter, dengantingkat kesulitan yg beda dan lumayan untuk musim hujan. Sampai lintasan aspal memotong mulailah petualangan yang sebenarnya. Sekitar 100 meter rombongan masih asyik bercanda dan bisa mengayuh. Memasuki tanjakan kedua, suara teriakan dan makian mulai keluar dari mulut-mulut personal trip sebagai refleksi puncak tenaga, kapasitas tekhnis dan apresiasi terhadap medan. Rombongan mulai tercecer satu demi satu, akibat medan yang LUAR BIASA berubah dari saat kemarau, menjadi medan LEM LUMPUR PADAT bagi roda sepeda kami. Ban-ban kami baik ukuran sedang apalagi besar menjadi "super tebal" sampai roda tidak bisa berputar, walau yang memanfaatkan tekhnologi "disk brake" sekalipun. Sudah tidak ada beda antara disk dan Vi brake, XTR atau dibawahnya, frame bagus maupun frame jelek, yang dibutuhkan hanya tekhnik dan keberanian serta tenaga. Sampai di pos pembibitan tanaman kami istirahat, ada yg coba mencuci sepedanya dengan air artesis yg pancarannya bagus. Namun tetap saja setelah itu kita juga hanya bisa bergerak sejauh kurang dari 25 meter tetap harus main dorong dan main lumpur lagi. Perjalanan dilanjutkan dengan variasi dorong, jatuh, panggul, bersih lumpur pada roda.......... Sayang dengan cederanya pak Sis, kami terpaksa tidak bisa mendokumentasikan trip kami, karena peralatan dokumentasi berada di hyropack pak Sis. Trip yang direncanakan akhirnya dirombak jalurnya mengingat medan yg cukup "wow". Perjalanan baru sekitar 20 % dari yang direncanakan namun sudah memakan waktu hampir sama dengan yang 100 %. Akhirnya potong kompas ke aspal dan kami menuju Patikraja untuk makan siang. Makan siang di tempat bu gendut dengan menu ikan lembutan dan belut organik asli dari sungai dan sawah sekitar, masih hangat lagi. Sebagian mencuci sepedanya di tempat cuci mobil. Pulang sampai rumah sore. Satu catatan bahwa "ruar biasa" trip kali ini. Dan menyimpan keprihatinan dengan cederanya pak Sis. Minggu depan rencana jelajah desa kecamatan Cilongok dan kecamatan Pekuncen. //G 10 K//